Budaya Pakaian Tradisional

Berikut Ini Pakaian Adat Yogyakarta Terlengkap Beserta Penjelasannya

Pakaian Adat Yogyakarta – Hai sobat  CalonPengangguran, gimana kabar anda semuanya, tentunya sehat selalu bukan? Pada kesempatan kali ini saya akan menyajikan informasi mengenai Pakaian Adat Yogyakarta. Dimana Yogyakarta adalah salah satu kota budaya sekaligus kota pendidikan yang terdapat di Indonesia.

Budaya yang dimiliki oleh Jogja ini wajib kita lestarikan dan jaga agar nanti kedepannya anak cucu kita dapat merasakannya. Jika budaya ini tidak dilestarikan, maka generasi berikutnya tidak dapat merasakan dan tentunya akan hilang.

Salah satu budaya yang wajib kita lestarikan contohnya Pakaian Adat Yogyakarta. Tentunya anda penasaran bukan, apa saja Pakaian Adat dari Yogyakarta ini? Yuk simak langsung penjelasan lengkapnya dibawah ini :

Baca Juga Pakaian Adat Lampung Pria Dan Wanita Beserta Aksesorisnya

Pakaian Adat Yogyakarta

Surjan

Surjan
Lazada

Surjan merupakan kemeja atasan yang khusus dikenakan oleh kaum laki-laki. Surjan memiliki tampilan bentuk seperti berlengan panjang dengan kerah tegak dan terbuat dari kain bermotif lurik atau bunga. Pada zaman dulu pakai surjan ini hanya boleh dikenakan oleh kaum para bangsawan dan para abdi keraton.

Perlu anda ketahui, ternyata dibalik nama surjan tersebut singkatan dari dua gabungan kata suraksa dan janma yang artinya menjadi manusia. Ada juga yang berpendapat bahwa surjan berasal dari kata siro dan jan yang berarti pelita.

Menurut sumber sejarah, pakaian surjan ini telah ada sejak zaman Mataram Islam yang diciptakan pertama kali oleh Sunan Kalijaga. Pakaian ini sering juga disebut sebagai pakaian taqwa karena memiliki makna religius. Apa saja makna yang terkandung di pakaian surjan tersebut, yuk simak penjelasannya dibawah ini :

  • Enam buah kancing pada kerah memiliki arti rukun iman.
  • Dua buah kancing pada dada kiri dan kanan melambangkan dua kalimat Syahadat.
  • Tiga buah kancing yang tidak terlihat di bagian dada dekat perut yang melambangkan nafsu manusia yang harus dikendalikan.

Jarik

Jarik
Bukalapak

Pakaian adat Yogyakarta selanjutnya ada jarik. Jarik yaitu sebuah lembaran kain yang bermotifkan batik dengan berbagai macam corak. Jarik sendiri memiliki filosofi tersendiri yaitu sebuah tingkatan dalam hidup. Dulunya batik sering dikenakan untuk untuk beraktivitas sehari hari oleh kaum wanita baik muda maupun tua.

Sebagai penduduk provinsi Yogyakarta ada baiknya mempertahankan warisan nenek moyang ini dengan baik dan memperkenalkan di Kancah Internasional.

Walaupun pada era saat ini kaum wanita cendrung mengenakan celana, tidak ada salahnya apabila sesekali mengenakan jarik untuk beraktivitas misalkan kondangan dan lainnya.

Pakaian Adat Yogyakarta Wanita Dewasa

Pakaian Adat Yogyakarta Wanita Dewasa
Budaya Jawa

Bagi kaum wanita khusunya kalangan dewasa, pada umumnya mereka menggunakan pakaian adat berupa kebaya dengan bawahan kain batik atau jarik. Ciri khusus dari pakaian ini yaitu terletak pada tatanan rambut yang disanggul / konde.

Sementara bahan utama dalam pembuatan pakaian adat Yogyakarta berasal dari bahan katun, bahan sutera, kain sunduri, nilon, lurik, atau bahan-bahan estetis.

Tips atau teknik untuk membuat pakaian ini yaitu dengan cara  ditenun, dirajut, dibatik, dan dicelup. Sedangkan dalam pembuatan kebaya yaitu menggunakan bahan dari bahan  beludru, brokat, atau sutera.

Pakaian Adat Yogyakarta Anak Laki-Laki

Pakaian Adat Yogyakarta Anak Laki-Laki
RumahUlin

Pakaian adat Yogyakarta yang biasanya dikenakan oleh anak laki-laki dikenal dengan sebutan kencongan. Pada umumnya kencong ini digunakan oleh anak lagi-laki terdiri dari kain batik yang dikenakan dengan baju surjan, lonthong tritik, ikat pinggang berupa kamus songketan dengan cathok terbuat dari suwasa (emas berkadar rendah).

Sedangkan pakaian yang dikenakan dalam aktivitas sehari-hari diantaranya baju surjan, kain batik dengan wiru di tengah, lonthong tritik, kamus songketan, timang, serta mengenakan dhestar sebagai tutup kepala.

Pakaian Adat Yogyakarta Anak Wanita

Pakaian Adat Yogyakarta Anak Wanita
Flying Fam Web Blog

Setelah mengenal pakaian adat Yogyakarta untuk anak laki-laki, sekarang kita bahas pakaian adat untuk anak wanita.  Pakaian adat yang digunakan untuk anak wanita ini dikenal dengan sebutan Sabukwala Padintenan.

Desain pakaian adat ini seperti jarik atau kain batik bercorak parang, ceplok, atau gringsing, baju katun, ikat pinggang kamus yang dihiasi dengan motif flora atau fauna, lalu memakai lonthong tritik, serta menggunakan cathok dari perak berbentuk kupu-kupu, burung garuda, atau merak.

Bukan hanya itu, namun juga dikasih tambahan aksesoris pelengkap dari subang diantaranya, kalung emas dengan liontin berbentuk mata uang (dinar), gelang berbentuk ular (gligen) atau model sigar. Oh iya, bagi anda yang memiliki rambut panjang, sebaiknya rambutnya dimodelkan dengan bentuk disanggul.

Baca Juga Berikut Ini Pakaian Adat Jawa Tengah Beserta Penjelasannya

Pakaian untuk Abdi Dalem

Pakaian untuk Abdi Dalem
Budaya Jawa

Apasih yang dimaksud dengan Abdi dalem itu? Yah benar abdi dalem merupakan semua karyawan maupun pegawai kraton, dimana niasanya tinggal di sekeliling Kraton. Pakaian abdi dalam memiliki dua macam yaituSikep Alit dan Langenarjan.

Pakaian Sikep Alit yang dimaksud disini adalah seperti kain batik sawitan, baju hitam dari bahan laken (dengan kancing dari tembaga atau kuningan yang disepuh emas, berjumlah 7 hingga 9 buah), penutup kepala destar, keris model gayaman (diletakan di pinggang sebelah kanan belakang), selop hitam, topi pet hitam dengan pasmen emas. Pakaian sejenis ini biasanya dipakai dalam aktivitas sehari-hari.

Sementara Langeran adalah seperangkat pakaian lengkap yang terdiri dari kain batik, lalu baju bukaan yang terbuat dari bahan laken warna hitam, kemeja putih dengan kerah model berdiri, destar sama dengan model pakaian Sikepan Alit, keris model ladrangan atau gayman, kemudian dikenakan pada bagian pinggang sebelah belakang kanan, dasi berwarna putih model kupu-kupu, serta selop berwarna hitam.

Untuk jenis pakaian yang satu ini biasanya dipakai pada waktu malam hari untuk menghadiri suatu pertemuan dan jamuan makan malam dalam satu pesta khusus.

Pakaian Untuk Pejabat Keraton

Pakaian Untuk Pejabat Keraton
Info Soal Pelajaran

Pakaian adat Yogyakarta yang dikenakan oleh para pejabat keraton saat menjalankan tugas dinamakan dengan baju ageng.

Baju ageng adalah seperangkat pakaian adat yang di desain berupa jas laken berwarna biru tua dengan kerah model berdiri, serta dengan rangkapan sutera berwarna biru tua, yang panjangnya mencapai bokong, lengkap dengan ornamen kancing-kancing bersepuh emas.

Sementara untuk celana yang dikenakan berwarna hitam. Lalu penutup kepala yang dikenakan terbuat dari bahan laken berwarna biru tua, dengan model bulat-panjang, dengan tinggi 8 cm.

Pakaian Adat Putri Raja

Pakaian Adat Putri Raja
Gps Wisata Indonesia

Pakaian adat yang dikenakan oleh putri raja berumur dewasa dikenak dengan sebutan Semekanan, Dimana Semekanan itu merupakan kain penutup dada panjang yang lebarnya separuh dari lebar kain panjang biasa.

Selanjutnya pakaian terdiri dari kain (nyamping) batik, baju kebaya katun, semekan tritik, serta aksesoris berupa subang, gelang, dan cincin. Sementara model dari rambut dibuat seperti sanggul tekuk polos tanpa ada aksesoris.

Untuk pakaian yang dikenakan oleh putri raja yang sudah kawin dalam aktifitas sehari-hari diantaranya semekan tritik dengan tengahan, baju kebaya katun, kain batik, sanggul tekuk polos tanpa hiasan, dan ditambahkan aksesoris pelengkap berupa subang, cincin, serta sapu tangan merah.

Pakaian Adat Untuk Upacara Ageng

Pakaian Adat Untuk Upacara Ageng
Weddingku

Pada saat berlangsungnya acara Upacara Ageng, pakaian adat yang dipakai oleh para putra sultan dikenal dengan sebutan baju keprabon. Jenis pakaian seperti ini dikelompokan atas baju dodotan, kanigaran, dan kaprajuritan.

Baju dodotan umumnya dikenakan ketika berlangsungnya acara upacara garebeg, jumenengan dalem (penobatan raja), serta pisowanan dalam upacara perkawinan.

Busana ini terdiri atas kuluk biru dengan hiasan mundri (nyamat), kampuh konca setunggal, dana cindhe gubeg, moga renda berwarna kuning, pethat jeruk sak ajar, rante, karset, kamus, timang (kretep), dan keris branggah.

Baca Juga Yuk Simak! Pakaian Adat Jawa Barat, Tengah Dan Timur Terlengkap

Demikian ulasan mengenai Pakaian Adat Yogyakarta. Semoga sedikit informasi ini dapat bermanfaat untuk anda semua, terima kasih atas perhatiannya.

One Reply to “Berikut Ini Pakaian Adat Yogyakarta Terlengkap Beserta Penjelasannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *