Pertumbuhan ekonomi Indonesia – Hai sobat calonpengangguran, pada kesempatan kali ini saya akan membahas sebuah artikel menarik dalam aspek ekonomi, yakni pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 yang mengalami minus.

Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu proses perubahan perekonomian negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih membaik dibandingkan tahun sebelumnya atau selama periode tertentu.

Anda penasaran bagaimana kondisi ekonomi Indonesia saat ini? langsung saja simak penjelasannya berikut ini :

Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Tahun 2020

Pertumbuhan ekonomi indonesia
YouTube

Berdasarkan pernyataan dari Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bahwa dapat di prediksikan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2020 lebih rendah dari 2,3 persen.

Masalah tersebut dikarenakan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 jauh lebih rendah dari target, yaitu menunjukan angka kisaran 2,97%.

Sedangkan pada tahun sebelumnya berada di angkal 4,97%. Pada kondisi puncaknya PSBB saat ini (April- pertengahan Juni), di zona PSBB kurang lebih 70% dari wilayah ekonomi Indonesia.

Pertumbuhan Ekonomi pada Kuartal 1

Apabila pada kuartal I pertumbuhan di Indonesia berada pada level 2,97%, bagaimana tahun 2020? Bisa dipastikan lebih rendah dari 2,3%,” Ucap Perry dalam konferensi video, Rabu (6/5/2020).

Selain itu Uni Eropa juga mengalami pertumbuhan ekonomi kurang dari 3,8%, akan tetapi ucap, pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah pada 2020 akan menambah base effect pertumbuhan ekonomi pada 2021.

Ia mengatakan pihaknya dapat memprediksi, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 dapat meningkat pada level 6,6% – 7,1%, kalua pun defisit fiskal di level 3% – 4%.

Selanutnya, pertumbuhan ekonomi di tahun 2022 akan mengalami pada tren jangka panjang karena faktor base effect akibat Covid-19 sudah punah.

Apabila ditahun 2020 rendah  dibanding 2021 (Kecuali base effect), maka dapat di sokong  oleh faktor program ekonomi yang bisa ditempuh pemerintah,” ucap Perry”.

Selain itu, pihaknya mengatakan RI harus mensyukuri atas pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2020 masih positif dan merupakan salah satu negara dengan PDB yang tertinggi jika dibandingkan negara maju lainnya.

Perbandingan dengan Negara Lain

Negara tersebut meliputi China yang terkontraksi kurang dari level 6,8% dari sebelumnya 6%, AS dari 2,3% berubah menjadi 0,3%, dan Eropa dari 1% jadi terkontraksi -3,3%.

Disisi lain negara Singapura juga mengalami pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi di angka -2,2%, Korea Selatan dari 2,3% hanya tumbuh 1,3%.

Sekali lagi Indonesia patut bersyukur atas pertumbuhan ekonomi yang masih mencapai level 2,97% dan termasuk salah satu yang tertinggi.

walaupun Indonesia masih tertinggal oleh negara Vietnam yang menduduki pertumbuhan ekonomi pada level 3,82%.

Hal itu dapat dikatakan jauh lebih baik dari sebagian besar negara yang negatif,” Ucap Perry”. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I 2020. Di dalam datanya ekonomi RI tumbuh 2,97% secara tahunan (year on year/yoy) dan terkontraksi 2,41% secara kuartalan.

Pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I 2020 cukup berjalan dengan lambat mulai dari level 5,07% pada kuartal I 2019.

Berdasarkan pengeluaran, seluruh bagian terdampak kontraksi terhadap kuartal IV 2019 (Konsumsi pemerintah terkontraksi 44,02%, impor -11,89%, PMTS -7,89%, dan ekspor -6,37%.

Pada kuartal I 2020 telah terjadi berbagai hal, seperti makan PDB Indonesia atas dasar  harga konstan pada kuartal I 2020 Rp 2.703 triliun dan atas dasar harga berlakunya Rp 3.122 triliun.

Jadi dapat disimpulkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh di level 2,97%,” Ucap Suhariyanto pada konferensi video, Selasa (5/5/2020).

Demikianlah informasi yang saya sampaikan mengenai Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Tahun 2020, semoga ekonomi Indonesia menuju yang lebih baik lagi.