Fotografer

Komposisi Dalam Fotografi Yang Perlu Anda Ketahui

Komposisi Dalam Fotografi – Foto dapat kita jadikan alat komunikasi untuk menyampaikan pesan kepada orang banyak.

Untuk menjadi seorang fotografer, hal utama yang wajib dipahami selain dari metode dasar fotografi dan macam-macam lensa kamera adalah komposisi.

Komposisi bertujuan untuk menyampaikan secara tepat pesan yang ingin kita sampaikan melalui media sebuah foto yang kita hasilkan kepada viewer.

Istilah Komposisi dapat didefinisikan sebagai  sebuah metode untuk mengarahkan mata viewer untuk melihat elemen yang sangat penting dari sebuah foto.

Mengatur komposisi yang bagus akan menjadikan terciptanya sebuah karya seni dari gambar. Sebaliknya, sebuah komposisi yang tidak bagus akan merusak citra dan makna gambar secra keseluruhan.

Sehingga menyebabkan pesan yang ingin ditujukan oleh fotografer melalui alat foto membuat tak tersampaikan kepada viewer dan komunikasi tidak efektif.

Didunia fotografi terdapat komposisi dalam fotografi yang dapat membantu kita menghasilkan sebuah foto yang baik, diantaranya adalah sebagai berikut :

Baca Juga Macam Macam Alat Bantu Fotografi Dan Kegunaannya Beserta Cara Kerjanya

Komposisi Dalam Fotografi

Komposisi Dalam Fotografi
www.slideshare.net

The Golden Ratio (Rasio Emas)

The Golden Ratio merupakan teknik komposisi fotografi yang berfungsi membagi layar kita ke dalam beberapa bagian dengan perbandingan.

Perbedaan The Golden Ratio dengan Rule of Thirds, garis-garis dalam The Golden Ratio terpusat di tengah frame dengan ukuran 3/8 frame di bagian atas, 2/8 frame di tengah, dan 3/8 frame di bawah.

Rule of Thirds (Aturan Ketiga)

Rule of Thirds merupakan salah satu sebuah teknik komposisi yang paling banyak digunakan oleh fotografer.

Cara kerja rule of thirds, memusatkan perhatian ditempatkan pada setiap titik simpang garis yang membagi gambar atau foto dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan.

Teknik ini sangat berfungsi untuk membuat struktur komposisi sebuah gambar.

Pada era perkembangan teknologi, beberpa perusahaan manufaktur menawarkan sebuah rentang garis pada layar display kamera digital untuk membantu fotografer dalam membentuk komposisi sebuah gambar atau foto.

Golden triangles (Segitiga Emas)

Golden triangles merupakan Teknik komposisi fotografi yang dignakan untuk membagi gambar secara diagonal dari sudut yang satu ke sudut yang lain.

Lalu menarik sebuah garis dari satu sudut yang lain hingga bertemu di garis pertama dengan sudut 90 derajat.

Setelah itu letakkan elemen-elemen fotografi hingga jatuh di dalam tiga buah segitiga yang dihasilkan.

Balance (Keseimbangan)

Balance berguna pada saat kita menggunakan teknik komposisi Rule of Thirds atau The Golden Ratio dengan tujuan agar gambar memiliki keseimbangan.

Terdapat sebuah gambar yang memiliki subyek lebar dan tempat paling depan dari subyek yang lain dapat menciptakan sebuah gambar yang terlihat terlalu berat sebelah.

Anda dapat membuat keseimbangan dengan mengabungkan sebuah elemen yang kurang penting atau sebuah elemen yang tampil lebih kecil di belakang.

Leading lines (Garis Terkemuka)

Teknik komposisi leading lines dapat dugunakan untuk memudahkan mata viewer fokus pada titik pusat dan tertuju pada perhatian di beberapa elemen penting yang ada pada sebuah gambar atau foto.

Selain itu, teknik ini juga membantu menjadikan sebuah ilusi kedalaman atau ilusi jarak dalam sebuah komposisi. Biasanya yang dapat digunakan sebagai leading lines adalah tembok atau pola-pola atau jalan.

Baca Juga Jenis Jenis Foto Dalam Dunia Fotografi Beserta Penjelasannya

Lighting (Penerangan)

Lighting atau pencahayaan merupakan salah satu komposisi dalam fotografi yang digunakan untuk meningkatkan atau memberikan efek dramatis ke dalam foto.

Pada umumnya dibutuhkan sumber cahaya tambahan di bagian belakang pada saat melakukan pemotretan. Terdapat 3 macam lighting yang dikenal dalam dunia fotografi, yaitu:

  •  Backlighting => terjadi pada saat sumber cahaya berada di depan lensa dan di belakang subyek hingga menciptakan gambar siluet
  • Sidelighting => pencahayaan dari sebelah sisi sangat efektif dalam mengkomunikasikan kekuatan emosi
  • floor lighting => sebuah teknik yang menempatkan sebuah sumber cahaya di depan dan di bawah subyek dan kamera untuk menciptakan atau menimbulkan

Fill the Frame (Isi Bingkai)

Memenuhi frame pada subyek dan meluangkan sedikit ruang atau tidak ada ruang sama sekali di sekitar frame dapat menjadi efekti untuk kondisi tertentu.

Hal seperti ini dapat membuat viewer menjadi benar-benar fokus pada subyek utama tanpa adanya hal-hal yang mengganggu.

Selain itu, viewer dapat mengeksplorasi masalah-masalh kecil yang dimiliki oleh subyek yang tidak akan mungkin dijepret dari jarak jauh.

Teknik ini biasanya digunakan dalam jarak yang sangat dekat dan dapat menjadikan sebuah gambar yang sangat orisinal dengan komposisi yang menarik.

Left to Right Rule (Aturan Kiri ke Kanan)

Terdapat sebuah teori yang mengugkapkan bahwa pada saat membaca sebuah foto dari kiri ke kanan sama halnya membaca sebuah teks.

Sehingga dianjurkan untuk bebebrapa gerakan yang dipotret dalam sebuah foto hendaknya mengalir dari kiri ke kanan.

Pendapat ini dilandasi bahwa sebagian besar Negara-negara di dunia membaca teks dari kiri ke kanan.

Tetapi, perlu diingat juga bahwa beberapa bahwa ada beberapa bahasa yang dibaca dari kanan ke kiri contohnya Arab Saudi.

Simplification (Penyederhanaan)

Simplification digunakan untuk aturan umum, artinya gambar  yang terlihat sederhana cenderung menjadi lebih menarik dibandingkan dengan yang kompleks.

Sebenarnya simplification pada dasarnya memiliki persamaaan dengan teknik komposisi fill the frame.

Untuk melakukan Teknik komposisi Simplification, sebelumnya intropeksi dan tanyakan pada diri anda sendiri menyangkut bagian apa yang ingin ditambahkan ke dalam komposisi yang anda buat. Anda dapat mencoba teknik ini dengan cara mengatur ulang komposisi.

Leaving space (Meninggalkan ruang)

Meluangkan ruang kosong yang luas di sekitar subyek dapat membuat foto menjadi sangat atraktif. Teknik komposisi ini dapat menciptakan suasana sederhana dan minimalis.

Tekni komposisi ini dapat memudahkan viewer menjadi lebih fokus pada subyek utama tanpa adanya gangguan.

Patterns (Pola)

patterns atau juga dapat disebut pola dapat anda jumpai dimanapun, baik berupa hasil buatan tangan manusia ataupun kreasi alam.

Pola dapat dilihat secara visual karena pattern menyajikan harmoni dan irama tertentu.

Kondisi yang harmonis dan berirama dapat membuat anda merasakan susansa tertentu.

Isolate the Subject (Isolasikan Subjek)

Anda dapat menciptakan sebuah komposisilebih simpel dengan cara menggunakan Isolate the Subject yang dangkal untuk mengisolasi sebuah subyek.

Dengan menggunakan aperture yang lebar, Anda dapat membuat foto terkesan buram pada bagian latar belakang subyek.

Teknik ini telah diterapkan dan dilakukan oleh para fotografer handal.

Color Combinations (Kombinasi Warna)

Warna merupakan suatu tool komposisi yang dapat anda gunakan dalam menciptakan mood dalam sebuah foto.

Misalnya warna-warna seperti biru dan hijau dapat membuat viewer merasa tenang atau damai.

Sementara, untuk warna merah dan kuning dapat membangkitkan perasaan gembira.

Untuk menjadi seorang fotografer, anda harus dapat memadukan beberapa warna sebagai teknik untuk menciptakan komposisi yang lebih atraktif.

Rule of Space

Apa itu teknik komposisi The Rule of SpaceI ? yaitu dimana arah subyek dalam foto yang bergerak maju.

Apabila anda memotret gambar dari mobil yang bergerak, akan menampilkan ruang di depan mobil dibanding di belakang mobil dalam sebuah frame.

Sehingga akan memberikan keterlibatan bahwa terdapat ruang bagi mobil untuk bergerak maju dalam sebuah frame.

Textures (Tekstur)

Textures merupakan metode lain yang dapat digunakan untuk membuat dimensi dalam sebuah foto.

Anda cukup melakukan gerakan zoom in pada permukaan yang bertekstur, maka akan terlihat foto seakan-akan hidup dalam tiga dimensi.

Juxtaposition (Penjajaran)

Juxtaposition merupakan salah satu komposisi dalam fotografi. Teknik ini tertuju pada inklusi dua elemen atau lebih dalam sebuah layar yang dapat berefek kontras atau saling melengkapi satu sama lain.

Frame Within the Frame (Frame di dalam Frame)

frame within the frame adalah salah satu teknik komposisi fotografi alternatif yang efektif dalam merekam kedalaman sebuah layar.

Bagaimana membuat agar efektif ?  yaitu frame tidak harus berada diposisi sekitar keseluruhan layar.

Maka dari itu dengan menggunakan Teknik ini, akan membuat peluang besar untuk menggunakan keadaan sekitar menjadi lebih kreatif dalam komposisi yang kita buat.

Baca Juga Arti Kata Hunting Dalam Bahasa Gaul dan Indonesia

Rule of Odds (Aturan Peluang)

rule of odds sering dihubungkan dengan teknik komposisi rule of thirds. Sehingga condong akan menjadi nyaman apabila melihat gambar yang berisi sejumlah bagian yang tidak biasa.

Misalnya terdapat sebuah gambar yang menyajikan tiga ekor burung di atas kawat sangat mungkin menjadi lebih menarik, dibandingan dengan sebuah foto yang memotret burung ketiga terbang.

Mengapa demikian? karena mata manusia akan secara alami melihat langsung ke pusat sebuah kelompok.

Demikian ulasan mengenai Komposisi Dalam Fotografi. Semoga sedikit informasi ini dapat bermanfaat untuk anda semua, terima kasih atas perhatiannya.

3 Replies to “Komposisi Dalam Fotografi Yang Perlu Anda Ketahui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *