Fotografi Makro – Fotografi Makro ataiu foto makro adalah dimana kita memotret objek dengan jarak yang sangat dekat dan tujuannya untuk mengambil hasil gambar yang lebih detail dan tajam tanpa menggunakan bantuan alat pembesar optik, seperti mikroskop.

Pada umumnya Fotografi makro mempunyai rasio 1:1 yaitu, dimana ukuran besar gambar yang di hasilkan sama ukurannya dengan benda aslinya. Biasanya foto makro ini memotret objek kecil-kecil berupa binatang-binatang kecil, seperti: serangga, lalat, lebah, kupu-kupu, semut.

Bukan hanya hewan kecil saja yang dapat dijadikan foto makro, namun benda kecil seperti mainan  mobil maupun robot untuk mengeksplorasi tingkat kedetailan dan tekstur yang tidak terlihat jelas secara kasat mata.

Dalam pengambilan foto makro ini bukan asal-asalan jepret ya, malainkan ada cara dan tahapan yang perlu anda ketahui. Berikut ini saya saya sajikan sebuah informasi mengenai Tips dari Fotografi Makro secara tepat dan benar diantaranya :

Baca Juga Foto Panning Contoh, Teknik Beserta Penjelasannya Secara Lengkap

Tips Fotografi Makro

Pilih Lensa Yang Bagus

Fotografi Makro Pilih Lensa Yang Bagus
PlazaKamera.com

Jangkauan titik focus lensa makro biasanya pada ukuran sekitar antara 50mm hingga 200 mm. Walaupun lensa zoom sudah rekomended settingan makro, namun sebenarnya kemampuan untuk memperbesar gambar kurang dari setengah ukuran lensa serta perbandingannya di mulai dengan 1:1 dan tidak kurang.

Untuk lensa yang memiliki ukuran 50-60 mm lebih rekomen digunakan dalam fungsi makro pada umumnya. Apabila anda mengiginkan subjek nya tampak lebih tajam, anda wajib memakai lensa ukuran 100mm, namun lensa dengan ukuran tersebut cukup mahal harganya.

Untuk ukuran lensa 100mm biasanya digunakan untuk memotret objek seperti  kupu-kupu dan capung, karena focal length yang di miliki lebih fokus. Sementara lensa dengan ukuran 150-200 mm memiliki paling mahal.

Namun, tentunya lensa ini memiliki kelebihan yaitu anda akan mendapatkan gambar yang lebih tajam saat memotret subjek yang sedang terbang, seperti kupu-kupu.

Gunakan Tabung Ektensi Untuk Mendekatkan Jarak Fokus Lensa

Fotografi Makro Gunakan Tabung Ektensi Untuk Mendekatkan Jarak Fokus Lensa
AliExpress

Tabung ekstensi yang terletak diantara bagian belakang lensa dan bodi kamera membuat lensa menjadi semakin fokus dan menghasilkan gambar yang lebih jernih untuk subjek yang kecil.

Dengan menggunakan lensa zoom berukuran 18mm sampai 200mm dan disertai dengan alat tambahan yaitu tabung ektensi berukuran 20 mm, anda dapat memotret sebuah bunga besar yang dihinggapi seekor kumbang .

Teknik ini secara alternatif lebih murah dibandingkan dengan kita membeli sebuah lensa makro, dimana lensa makro tidak begitu cocok untuk di gunakan di luar ruangan. Selain itu dengan memakai tabung ekstensi yang tepat, anda dapat memotret subjek anda secara lebih tajam lagi, dengan jarak fokus yang lebih dekat.

Jika anda mengiginkan hasil yang lebi, maka tambahkanlah tabung ekstensi pada kamera anda lebih banyak lagi, sehingga anda dapat memotret foto makro secara tidak terbatas.

Gunakanlah Fungsi Diopter Pada Kamera Anda Untuk Membuat Lensa Fokus Lebih Dekat

Fotografi Makro Gunakanlah Fungsi Diopter Pada Kamera Anda Untuk Membuat Lensa Fokus Lebih Dekat
qKamera

Filter Close-up merupakan bagian lensa single yang terlihat seperti alat pembesar magnifying glasses pada kamera anda. Beberapa filter ini terletak pada bagian yang terdapat dan menyediakan alternatif lebih mudah dalam menjalankan fungsi sebuah lensa makro yang di sebut dengan Pukka.

Lensa ini dibuat untuk berbagai macam kelebihan yang ada didalam diopter. Filter close-up dapat diatur pada +1+2 atau +4 dengan pembesaran diopter.

Bukan hanya itu saja, diopter juga terdapat didalam sistem filter Cokin Style Square. Jadi pakailah diopter pada kamera Dslr atau mirrorless anda, untuk pemotretan close-up yang sebenarnya.

Gunakan Aperture Untuk Mengatur Depth Field

Fotografi Makro Gunakan Aperture Untuk Mengatur Depth Field
bengkel samsung galaxy android

Jika ingin menghasilkan depth field yang pas, sebaiknya gunakanlah aperturte yang kecil yakni sekitar ukuran f/16 atau f/22. Sehingga anda akan menghasilkan ukuran setengah dari depth of field yang dapat anda capai ketika menggunakan aperture f/22, yang berukuran sekitar 15mm adalah terbaik.

Selain itu, teknik yang bagus lainnya yaitu anda setting aperture pada ukuran sekitar f.28 atau f/4 untuk medapatkan hasil foto yang lebih tajam. Salah satu keunggulan dari opsi terakhir tadi adalah segala sesuatu yang tidak fokus dalam gambar akan nampak seperti bergelembung bulat yang terlihat begitu wah deh.

Baca Juga Teknik Fotografi Profesional Yang Sering Dipakai Oleh Fotografer Master

Padukan Cahaya Flash Dengan Light Ambient

Pada era saat ini, telah tersedia berbagai aneka ragam objek  dan menarik yang dapat anda bidik, tentunya akan menyenanagkan apabila memotret foto dengan menambahkan perpaduan cahaya selain flash, agar foto anda terlihat semakin hidup.

Misalnya saja, anda dapat membidik foto dengan objek gabungan dari dua dedaunan, kemudian anda dapat melihat kedua foto itu mendapatkan cahaya alami.

Namun, di bagian bawah foto hanya dikasih pencahayaan dari cahaya flash kamera, dedangkan shutter speed digunakan disalah salah satu foto saja, maka latar belakang dari gambar lainnya menjadi lebih gelap.

Gunakanlah Alat Third Hand

Third Hand merupakan salah satu alat penting untuk pelengkap dalam fotografi makro. Alat ini digunakan untuk mengatur posisi subjek atau memindahkannya pada posisi yang anda inginkan. Bukan hanya itu, alat ini juga dapat sebagai pengatur letak latar belakang yang anda inginkan.

Dapatkan Pola Perpaduan Yang Terbaik

Walaupun foto anda dapat dipotong  atau dicrop, alangkah bagusnya jika anda menghasilkan komposisi yang sudah baik secara langsung dari kamera tanpa adanya cropping) dan memotret sebanyak mungkin.

Dengan menggunkan pola close-up ini  secara detail, anda bisa memenuhi frame secara keseluruhan, maka  tidak ada jeda pada tampilan gambar. Selain itu ada alternatif lain, perlihatkan semua pola ditampilan gambar.

Titik Fokus

Fotografi Makro Titik Fokus
Tribunnews.com

Hal utama yang paling terpenting untuk dalam fotografi makro adalah mengatur titik fokus pada saat membidik gambar subjek yang kecil. Anda dapat secara dramatis mengubah tampilan gambar dengan memilih titik fokus yang tepat.

Misalnya saja anda dapat memotret dua gambar dengan bukaan aperture yang sama maksimal, namun fokus dirubah dengan jarak beberapa milimeter untuk menghasilkan efek yang sangat berbeda.

Memeriksa Layar LCD Panel

Sebaiknya saya sarankan, pakaialah alat LCD sebagai perangkat untuk memastikan anda membidik gambar apa yang anda inginkan, sebelum anda berpindah tempat. Lihat secara detal pada bagian pinggir frame dan pastikan tidak ada gangguan.

Selanjutnya hindarkan subjek dari benda yang tidak di inginkan pada tampilan dan pastikan komposisi anda hanya terpusat pada subjek. Jangan lupa umtuk menyediakan baterai lebih dari satu, karena hal ini penting ketika me-review foto akan menguras baterai.

Membidik Foto Setelah Turun Hujan

Membidik Foto Setelah Turun Hujan
brainly.co.id

Ketika sesudah hujan turun, hal ini salah satu moment yang baik  untuk pengambilan objek fotografi makro. Pada saat itu sebuah benda, tumbuhan dipenuhi dengan tetesan air hujan bahkan terdapat hewan yang sedang hinggap didedaunan, dimana dedaunan tersebut terdapat tetesan air.

Nah jadi disitulah anda dapat mendekat ke sebuah objek untuk mendapatkan hasil dari momen setelah turun hujan menggunakan lensa Zoom.

Hindarkan Kamera dari Guncangan

Diantara anda mungkin ada yang sudah jago dalam memotret fotografi makro ini. Namun bagi anda yang belum jago dalam memotret foto makro, sebaiknya gunakalah alat tripod untuk menghindari dari gangguan guncangan pada kamera.

Mengapa demikian? Jika kamera guncang dalam berlangsungnya pemotretan, makan hasil gambilnya akan tidak maksimal atau blur.

Jangan Membidik Foto Ketika Cuaca Berangin

Ketika cuaca sedang berangin ini merupakan salah satu factor penghambat dalam fotografi makro. Untuk mengatasi hal tersebut, lagi-lagi gunakanlah alat bantuan seperti tripod dan sebuah remote pengontrol.

Jika objek bergerak dikarenakan oleh angin, maka dapat menghambat dan membuat hasil gambar menjadi jelek. Jadi anda harus sabar menunggu sampai angin berhenti lalu kemudian anda dapat memotret dan jangan lupa gunakan shhuter speed yang tinggi.

Bereksperimenlah Dengan Jarak

Fotografi makro adalah hal yang paling utama mementingkan situasi dan kondisi dalam penngambilan jarak dekat. Selanjutnya memperhatikan objek  secara detail yang menurut anda menarik, lalu Zoom sedekat mungkin, jika sudah menemukan objek yang bagus, maka tekan tombol dan bidiklah.

Sebelum memotret lagi, anda dapat melihat hasil yang sebelunya, apakah hasil tadi sudah maksimal atau belum. Hal yang dibutuhkan dalam teknik ini adalah bagaimana anda dapat melakukan dan memainkan jarak pada objek yang akan anda bidik.

Pencahayaan Yang Pas

Dalam pengaturan cahaya untuk membidik fotografi makro juga salah satu hal yang terpenting. Disini dituntuk bagaimana kita dapat menentukan cahaya yang tepat ketika berlangsungnya pemotretan.

Sebenaranya cahaya yang bagus digunakan adalah cahaya yang alami dari sinar matahari. Namun, jika cahaya matahari tidak mendukung, anda dapat menggunakan cahaya buatan seperti flash.

Tetapi, jika kita memakai cahaya tambahan seperti flash akan membuat hasil gambar menjadi terlihat ada bayangannya. Untuk mengatasi hal tersebut, gunakanlah alat untuk memindahkan cahaya yang sudah ada atau gunakanlah cahaya flash untuk menyebarkan cahaya buatan secara lebih alami.

Pencahayaan yang pas memang sangat dibutuhkan dalam fotografi makro, karena sekecil apapun bayangan cahaya yang ada dapat merusak kesempurnaan gambar yang anda telah susun.

Bangunlah Lebih Awal di Pagi Hari

 Bangunlah Lebih Awal di Pagi Hari
Foto.co.id

Mungki ini tampaknya bukan bagian dari teknik fotografi makro ya. Namun kebanyakan para fotografer mengambil subjek dalam fotografi makro lebih aktif di pagi hari.

Misalnya saja, apabila anda ingin membidik objek seperti serangga, sebaiknya dilakukan pada saat pagi hari karena pada waktu itu serangga tersebut masih terlelap.

Bukan hanya memotret serangga saja, anda juga dapat menemukan moment bagus ketika embun yang menempel pada bunga sangat indah untuk di potret ketika pagi hari.

Baca Juga Contoh Foto Close Up Dan Cara Memotretnya Secara Tepat

Demikian ulasan mengenai Fotografi Makro. Semoga sedikit informasi ini dapat bermanfaat untuk anda semua, terima kasih atas perhatiannya.